Membuat Novel Seminggu Selesai

Membuat Novel Seminggu Selesai


Pagi tadi saat pertama kali online,
saya tertarik dengan status salah
satu teman facebook. Tentang
apakah itu? Tentang seorang wanita
yang dadakan terkenal karena
kenarsisannya dan kini bisa
menyelesaikan novel dalam waktu 9
hari. Hebat bukan.
Dari komentar teman-teman. Katanya,
di novel tersebut banyak typo,
melabrak EYD yang berlaku, dan lain-
lain. Saya rasa hal itu sangat wajar.
Satu hal yang patut kita apresiasi.
Ya, saya sendiri salut sama
semangat orang tersebut, karena
selama hidup belum pernah menulis
novel dalam jangka waktu sesingkat
itu.
Bisakah kita seperti dia? Bahkan
kalau bisa lebih baik dan cepat.
Tentu saja bisa. Tidak ada yang tidak
mungkin di dunia ini.

Lalu
bagaimanakah caranya? Ngomong
sih gampang, pelaksanaannya yang
susah. Itu yang saya rasakan.
Jadi ingat ucapan seorang saudara
jauh saya yang melanjutkan kuliah di
Jepang dan sekarang dia hidup
berkeluarga di negara sakura
tersebut. Waktu dia pulang ke
Indonesia dan kita mengobrol, saya
dan teman-teman mengajukan
beberapa pertanyaan tentang
kehidupan masyarakat di sana. Lalu
dia bilang begini;
"Sebenarnya dosen-dosen di Jepang
sangat senang menerima mahasiswa
dari Indonesia."
"Loh kok bisa," tanya kami serempak
penasaran.
"Karena rata-rata orang Indonesia itu
pintar-pintar."
"Wah baru tau," celetuk saya.
"Iya beneran. Hanya saja mahasiswa
kita kebanyakan rajin di awal saja.
Mereka menyia-nyiakan
kecerdasannya. Merasa puas saat
sudah menguasai materi di awal.
Berbeda dengan mahasiswa Jepang.

Mereka ini memiliki keuletan dan
semangat yang tinggi. Makanya pada
akhirnya mereka lebih baik dari kita
dan rata-rata sukses," ucapnya
sambil tersenyum ke arah kami.
Ucapannya ini masih tersimpan di
benak saya sampai sekarang.
Nah, tidak jauh dengab kejadian yang
saya perhatikan sekarang. Coba, rata-
rata kita sebagai penulis menyukai
sifat MALAS. Tidak telaten. Keinginan
saja yang menggebu-gebu,
sementara kekonsistenan dan tekad
untuk mewujudkannya nol besar.
Ingat, sesuatu itu tidak didapat
secara instan. Kecuali mie instan.
Yang tentunya tidak baik untuk
kesehatan.

Sekarang sudah jelas bukan? Ingin
menyelesaikan novel 1-2 minggu?
Bisa saja. Asal konsisten. Tetapi,
ingat juga. Adanya novel yang
berkualitas ditentukan riset dan
pengetahuan penulisnya. Banyaklah
membaca dan menuntut ilmu. Tidak
peduli 1 bulan, 2 bulan, setahun, 2
tahun, pun bertahun-tahun. Yang
terpenting adalah kekonsistenan dan
tekad yang kuat. Mari mulai menulis

Oleh Elsija




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top