Ada tanya, saat anggur tertuang
lembut dalam gelas mewah,
kristalnya pantulkan cahya
menyilaukan. Ahh, sialan ...! Apa ini
sebuah bentuk larangan?
Adakah Kau tahu? Bahwa inginku tak
lebih dari sakadar mengintip pesta
yang tengah kau adakan. Entah
sudah keberapa kalinya saat ini,
mungkin puluhan!
Andai mulut ini tak bisu, hendak aku
meneriakimu. Tak kuasa diri
menahan bosan, bila hanya bisa
meneguk ludah yang terasa semakin
getir.
Apalagi kala bersulang sambil
tertawa girang, sungguh membuatku
kian muak! Niat semakin kuat;
merobek lambung besarmu, memutus
usasmu, lalu kutumis campur tahu.
Khusus kubuat teruntuk anjing
peliharaan tetangga sebelah. Suka-
taksuka, biarlah. Moga kau tak lagi
salah kaprah. Bahwa rakyat bukanlah
sapi perah!
Entah ini apa. Semoga rakyat tak lagi
bodoh dikutuk oleh pemerintah.
Maaf, maksudnya adalah bedebah.
Tikus, kancil, atau apalah. Terserah!
Oleh: R. Zubair

Tidak ada komentar:
Posting Komentar